THE GUYS (2017)

Reaksi pertama saya mengetahui akan hadirnya Film terbaru Raditya Dika ini adalah agak kaget. Seingat saya baru akhir tahun lalu Raditya meluncurkan Hangout, tepatnya 22 Desember 2016. Jarak waktu yang hanya sekitar 3 bulan ini spontan memunculkan satu kata dalam benak saya “wow!“.

Memang, Hangout sukses menjaring lebih dari 2 juta penonton, tepatnya 2.620.644 penonton (sumber : situs Film Indonesia). Raditya Dika hadir berbeda di Hangout yakni dengan mengusung tema horor komedi yang relatif segar, tidak melulu kisah tentang jomblo dengan suka dukanya.

Wow, produktif banget!

Hanya 3 bulan kembali meluncurkan The Guys. Menurut saya kok ya agak terlalu terburu-buru. Apalagi film ini disutradari, Ditulis naskahnya, sekaligus diperankan sendiri oleh Raditya Dika. Ngos-ngosan nggak sih? Sebelum menonton feeling saya untuk film ini agak kurang baik.

Dan feeling “kurang baik” saya pun terbukti.

CERITA

The Guys menceritakan tentang persahabatan 4 orang lelaki yang kebetulan bekerja pada tempat yang sama. Alfi (Raditya Dika), Rene (Marthino Lio), Aryo (Indra Jegel), dan Sukun (Pongsiri Bunluewong) yang merupakan karyawan ekspat dari Thailand. Hadir dua wanita yang menjadi incaran Alfi yakni Via (Caitlin Halderman) dan Ameera (Pevita Pearce).

Cerita diawali “masih” dengan kejombloan Alfi serta peran ketiga sahabatnya untuk menggaet wanita incaran Alfi. Wanita pertama adalah Via yang akhirnya Alfi harus mengibarkan bendera putih, selanjutnya Ameera yang nyaris sukses Alfi raih cintanya. Seperti biasa, seperti dalam film-film sebelumnya, Raditya berusaha menghadirkan aneka kelucuan dalam usaha keempat sahabat ini dalam memperjuangkan keinginan mereka.

Di lain sisi Alfi juga sudah jenuh dengan pekerjaannya. Dia selalu mencita-citakan untuk memiliki bisnis sendiri. Keinginan itu menguat ketika dia melihat sosok atasannya yang ia nilai berhasil dalam berbisnis. Jeremy (Tarzan), atasannya, menurut Alfi senantiasa disiplin dan teguh pada prinsip dalam menjalankan bisnisnya.

Dikisahkan juga ibunda Alfi (Widyawati) sejak kepergian ayah Alfi tidak pernah mengenal lelaki lain. Hingga akhirnya hadir seseorang yang mampu membuat ibunya kembali tersenyum. Sayangnya seseorang tersebut adalah ayah kandung dari wanita yang Alfi cintai.

Bagaimana seorang Alfi bersikap, apakah akan memilih cintanya sendiri atau membiarkan ibunya untuk mendapatkan cinta kembali dari seorang lelaki?

LUCUNYA KETEBAK

Penonton terhibur dengan gaya khas seorang Raditya Dita dalam berkomedi. Sayangnya gaya komedi yang disajikan mudah sekali tertebak.

Misalnya saja ketika Alfi menuruti saran sahabat-sahabatnya untuk memberikan surprise saat ulang tahun Ameera. Ketika disepakati usulan untuk mendekorasi kamar Ameera, penonton, atau setidaknya saya langsung bisa menebak bahwa Alfi akan memilih kamar yang salah. Apalagi di rumah Ameera, dia hanya tinggal berdua dengan sang ayah.

Atau ketika adegan Ameera melambaikan tangan di pesta kantor, seolah lambaian itu untuk Alfi, dan ternyata, dengan sangat mudah sekali tertebak, tentu saja lambaian itu bukan untuk Alfi.

Adegan-adegan ini masih mengundang senyum atau sedikit tertawa. Tapi bukan lagi sesuatu yang baru dan greget. Raditya seolah kehabisan ide baru.

KARAKTER

The Guys menampilkan sosok-sosok yang akrab dengan keseharian kita. Sosok karyawan kantoran, sosok ibu rumah tangga, sosok mahasiswa magang, sosok anak dengan single parent dan lain-lain. Seharusnya kita dengan mudah kita mengenali tiap sosok dalam film ini. Sayangnya tidak demikian.

Melihat karakter 4 sahabat yang ditampilkan seolah kita melihat anak abege dalam balutan pakaian kerja. Tingkah laku dan pola pikir Alfi, Rene, Aryo, dan Sukun tak ubahnya remaja belasan tahun. Para pemainnya pun terkesan kurang masuk ke dalam karakter tiap tokoh.

Sosok Ameera tampil pas. Kendati ini pengalaman pertama Pevita bermain komedi, dia memerankan sosok Ameera dengan cukup natural.

Sosok Ibu Alfi dan Jeremy dengan jam terbang yang sudah tidak diragukan lagi berhasil bermain apik memerankan dua orang berumur yang saling jatuh cinta.

MISI PERSAHABATAN YANG GAGAL

Terlalu banyak yang ingin disampaikan dalam The Guys. Awal cerita kita disajikan perjuangan Alfi untuk mendapatkan wanita idamannya, tentunya dengan bantuan teman-temannya. Cerita terus mengalir pada kisah cinta Alfi yang dihadapkan pada pilihan kebahagiaan dirinya atau ibunya. Film ini menghabiskan energi pada dua kisah di atas.

Yang mengejutkan di fase terakhir film ini tiba-tiba Raditya mengisahkan tentang persahabatan. Menilik dari judulnya mungkin sebenarnya inilah “core” dari cerita The Guys. Penuturan tentang persahabatan ini seolah sangat terlambat untuk disajikan. Dia menjadi seolah hanya menjadi tempelan. Walhasil adegan mengharu biru tentang kedekatan mereka berempat dan berpisahnya salah satu dari mereka menjadi agak garing, kurang menggigit dan terkesan dipaksakan. Kurang ada perincian adegan sebelumnya yang meyakinkan penonton betapa erat persahabatan 4 orang ini.

TEMA YANG FRESH

Ada soal persahabatan, pekerjaan, cinta, dan keluarga di dalamnya. Tiga hal yang menurut Radit merupakan permasalahan sehari-hari saat ini.

The Guys mengisahkan bagaimana indahnya persahabat, pengabdian seorang anak kepada orang tuanya, apa itu cinta yang sejati, dan juga yang tak kalah penting adalah ajakan kepada penonton untuk berani untuk memulai bisnis sendiri, bisnis yang berdasarkan kecintaan kita pada sesuatu, by passion.

Raditya mencoba beranjak ke fase pendewasaan dalam pemilihan tema filmnya kali ini. Sayangnya tema-tema yang bagus ini terlalu banyak untuk disampaikan semua dalam The Guys.

ANTI KLIMAKS RADITYA DIKA?

Setelah berada puncak dengan Film Hangout, dalam The Guys seolah Raditya mengalami anti klimaks. Saya berharap semoga dugaan saya ini tidak benar.

Raditya menyatakan The Guys merupakan filmnya yang terakhir di tahun ini. Semoga waktu istirahat selama 2017 ini bisa membuat Raditya kelak kembali  dengan ide-ide filmnya yang lebih fresh, out of the box, dan tentu saja menjadi sajian yang ditunggu-tunggu oleh penggemarnya.

Kami tunggu ya Radit!

 

Sutradara Raditya Dika
Produser Sunil Soraya
Penulis Raditya Dika
Sunil Soraya
Donny Dhirgantoro
Pemeran Raditya Dika
Pevita Pearce
Tarzan
Marthino Lio
Pongsiri Bunluewong
Pimchanok Luevisadpaibul
Caitlin Halderman
Indra Jegel
Widyawati
Musik Andhika Triyadi (Background Score)
Nidji (Songs)
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
13 April 2017

SCORE : 7/10

(51)

Post Author: iMan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *